Kriteria Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi | Standar, Prosedur, Dan Dokumen

Kriteria Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi | Standar, Prosedur, Dan Dokumen

KRITERIA AKREDITASI INSTITUSI PERGURUAN TINGGI STANDAR, PROSEDUR, DAN DOKUMEN

Smart People, setelah mengetahui dasar-dasar mengenai akreditasi BAN-PT, hal tersebut masih dirasa kurang cukup untuk memaksimalkan pengetahuan kita.

Selanjutnya kalian harus memahami dengan benar apa saja kriteria untuk melakukan akreditasi terutama untuk akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT). Mulai dari bagaimana pengajuan akreditasi dan apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan nilai tertinggi akreditasi yaitu akreditasi A (menunjukkan bahwa institusi pendidikan memiliki kualitas yang sangat baik). Sekilas mengenai penilaian akreditasi yang dikeluarkan oleh BAN-PT yaitu terdiri dari nilai A (range nilai 361-400), nilai B (range nilai 301-360), nilai C (range nilai 201-300), dan terakhir nilai NA (kurang dari 201).

Smart People, pihak kampus yang ingin mengajukan akreditasi institusi perguruan tinggi telah diatur dalam surat BAN-PT No. 1041/BANPT/LL/2017 tentang Penerapan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online. Dalam surat tersebut menunjukkan bahwa BAN-PT akan melakukan penilaian akreditasi menggunakan SAPTO mulai tanggal 1 Juni 2017. Sehingga, pihak Perguruan Tinggi harus mengajukan akreditasi dengan mengisi form online di https://sapto.banpt.or.id/. Setelah itu, pilih menu pilihan “Ajukan Akreditasi PT”.

Lalu apa saja yang harus diisi oleh pihak kampus dalam form online pada SAPTO tersebut? Nah berikut beberapa data yang harus dipersiapkan oleh Perguruan Tinggi untuk mengisi form online akreditasi:

  1. Pengajuan akreditasi pertama atau reakreditasi (memilih salah satu).
  2. Nomor surat pengantar untuk pengajuan proses akreditasi yang dibuat oleh pimpinan institusi.
  3. Tanggal surat pengantar untuk pengajuan proses akreditasi yang dibuat oleh pimpinan institusi.
  4. Alamat dan kode pos untuk pengiriman sertifikat (SK) hasil akreditasi.

Dalam mengisi form tersebut, pihak kampus juga harus mengunggah beberapa dokumen pengajuan akreditasi institusi perguruan tinggi , apa saja dokumen tersebut? Dokumen yang harus diunggah ke dalam SAPTO yaitu antara lain surat pengantar dari pimpinan institusi, surat pernyataan, buku III (borang institusi), lampiran borang institusi, evaluasi diri, dan borang data kuantitatif.

Setelah semua dokumen tersebut sudah disiapkan dengan baik, maka proses pengajuan akreditasi melalui SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online) hanya tinggal upload berkas dan mengisi form yang disediakan. Kemudian pihak kampus tinggal menunggu hasilnya dengan melihat status yang tertulis di SAPTO.

Satu hal lagi yang harus diperhatikan oleh Smart People, dokumen yang telah diunggah ke SAPTO tersebut dinilai oleh BAN-PT berdasarkan 7 standar antara lain :

  1. Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaiannya
  2. Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan dan penjaminan mutu
  3. Mahasiswa dan lulusan
  4. Sumber daya manusia
  5. Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik
  6. Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi
  7. Penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama

Sehingga pihak kampus harus benar-benar mengecek dokumen sebelum mengunggahnya ke SAPTO apakah sudah sesuai dengan ke-7 standar yang telah ditetapkan oleh BAN-PT atau belum. Karena apabila sudah mengunggah dokumen ke SAPTO dan dokumen sudah diterima BAN-PT, maka perubahan data tidak dapat dilakukan.

Sumber : https://www.dkampus.com/2017/04/proses-akreditasi-institusi-perguruan-tinggi-aipt/ , Buku Standar dan Prosedur AIPT

Tentang “Indonesia Smartcloud”:

Indonesia Smartcloud adalah produk layanan PT Solusi Awan Cerdas Indonesia (PT SACI), berupa solusi IT dalam bentuk Management Information System (MIS) berbasis CLOUD untuk dunia pendidikan. PT SACI adalah perusahaan swasta murni yang bergerak dibidang SaaS (Software as a Services). Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi website: www.smartcloud.id.

Tidak semua fitur layanan dari Indonesia smartcloud kami sebutkan didalam press release ini. Para pengguna layanan Indonesia Smartcloud yang sudah berlangganan baik ISCA maupun ISCS dan ingin memperoleh informasi terakhir tentang produk dan layanan kami, silahkan kontak dan hubungi kami di No.:

+628576351120 (Nena)

+6287851097761 (Customer Service)

+6287851097759 (Kantor)

email: mail@smartcloud.id 

PT Solusi Awan Cerdas Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta, dan kantor cabang sekaligus sebagai pusat R&D berada di Surabaya.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *