Anggaran Sama, Kualitas Pendidikan Indonesia Lebih Rendah dari Vietnam

Anggaran Sama, Kualitas Pendidikan Indonesia Lebih Rendah dari Vietnam

Anggaran Sama tapi Kualitas Pendidikan Indonesia Lebih Rendah daripada Vietnam

Anggaran Sama, Kualitas Pendidikan Indonesia Lebih Rendah dari Vietnam

SmartNews, Jakarta

Upaya memperbaiki kualitas pendidikan indonesia, tidak selalu bergantung pada besaran anggaran yang dialokasikan pemerintah. Pasalnya, dengan anggaran yang relatif sama dengan negara kita, peringkat kualitas pendidikan Vietnam berada jauh di atas negara kita.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan,‎ infrastruktur memang menjadi hal yang pada dasarnya menjadi fokus di periode pemerintahan saat ini. Namun, pemerintah tetap mengutamakan bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Sebagai bukti, lanjut dia, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, pemerintah mengalokasi anggaran sebesar Rp 440,9 triliun atau dua puluh persen dari seluruh total APBN.

“ada beberapa policy penting di tahun 2018, fokus tetap investasi di infrastruktur ,SDM serta keamanan, karena manusia sebagai sebagai yang utama di pemerintahan Presiden Jokowi. Oleh karena itu, investasi dua puluh persen untuk anggaran pendidikan serta lima persen pada kesehatan itu jadi penting, terutama di bidang SDM” Ujar Sri Mulyani , Djakarta, Jumat (24/11/2017).

Namun, kata beliau, hasil yang telah dicapai di bidang pendidikan selama ini, besarnya anggaran pemerintah tidak serta-merta membuat kualitas pendidikan di NKRI meningkat.

Sebagai perbandingan lurus, dengan alokasi anggaran yang kurang lebih sama, peringkat Vietnam berada jauh didepan Indonesia dalam kualitas pendidikan di dunia. Sedangkan Republic of Indonesia saat ini hanya berada di peringkat lima puluh delapan.

‎”World Bank mengatakan Republic of Indonesia sama seperti Vietnam yang selalu commited di bidang pendidikan. Tapi peringkat Vietnam berada di posisi delapan, sedangkan Republic of Indonesia di lima puluh delapan. Sama-sama memiliki komitmen tapi hasilnya so different. Ini menggambarkan fenomena mengenai pendidikan dan kesehatan tidak melulu soal uang,” kata dia.

Menurut Sri Mulyani, tidak lepas dari kinerja 4 juta guru yang setiap tahunnya dibayar oleh pemerintah ikut menentukan kualitas pendidikan di Republic of Indonesia.

“Saya undang guru diseluruh Indonesia untuk bertemu dan memberikan usulan untuk membuat platform supaya mutu guru bagus. Nantinya agar dapat ditelusuri mana guru yang kompeten dan mana yang tidak ” ungkap Sri Mulyani.

Tentang “Indonesia Smartcloud”:

Indonesia Smartcloud adalah produk layanan PT Solusi Awan Cerdas Indonesia (PT SACI), berupa solusi IT dalam bentuk Management Information System (MIS) berbasis CLOUD untuk dunia pendidikan. PT SACI adalah perusahaan swasta murni yang bergerak dibidang SaaS (Software as a Services). Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi website: www.smartcloud.id.

Tidak semua fitur layanan dari Indonesia smartcloud kami sebutkan didalam press release ini. Para pengguna layanan Indonesia Smartcloud yang sudah berlangganan baik ISCA maupun ISCS dan ingin memperoleh informasi terakhir tentang produk dan layanan kami, silahkan kontak dan hubungi kami di No.:

+628576351120 (Nena)

+6287851097761 (Customer Service)

+6287851097759 (Kantor)

email: mail@smartcloud.id

 

PT Solusi Awan Cerdas Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta, dan kantor cabang sekaligus sebagai pusat R&D berada di Surabaya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *