Sistem Informasi Manajemen Perguruan Tinggi | APLIKASI VS SISTEM

Sistem Informasi Manajemen Perguruan Tinggi | APLIKASI VS SISTEM

Sistem Informasi manajemen Perguruan Tinggi

Smart People, berhubungan dengan artikel sebelumnya yang membahas tentang perbedaan aplikasi dan sistem, sekarang mari kita bahas perbedaan tersebut dalam sebuah instansi pendidikan.

Apabila sebuah instansi pendidikan khususnya Perguruan Tinggi yang hanya mempunyai satu sistem informasi manajemen (mencakup keseluruhan kebutuhan operasional akademik), maka hal tersebut dapat dikatakan sebuah “sistem”. Namun apabila Perguruan Tinggi memiliki beberapa sistem informasi manajemen seperti SIM Akademik, SIM Keuangan, SIM Beasiswa, dan SIM lainnya, maka hal tersebut tidak dapat dikatakan sebuah sistem namun masih berbasis aplikasi.

Mengapa demikian? Smart people, satu kata yang mencirikan sebuah sistem yaitu “integrasi”. Apa yang dimaksud dengan integrasi? Integrasi berarti satu dengan yang lain saling berhubungan sehingga membentuk satu kesatuan. Sekarang mari kita lihat bagaimana susahnya mempunyai sistem yang tidak terintegrasi.

 SISTEM TAPI TIDAK TERINTEGRASI? BAGAIMANA DAMPAKNYA?

Perguruan Tinggi yang mempunyai beragam sistem informasi manajemen (SIM Akademik, SIM Keuangan, dll) tidak diragukan lagi bahwa data yang ada pasti tidak terintegrasi. Sebagai contoh, dalam SIM Akademik tertulis nama salah satu mahasiswa “Prilly Dwi Astuti”, namun dalam SIM Keuangan tertulis “Prilly Dwi A”. Dengan perbedaan penulisan nama yang ada dalam database, pastinya sistem membaca kedua nama tersebut dimiliki oleh dua orang yang berbeda. Apabila Perguruan Tinggi hanya memiliki satu Sistem Informasi Manajemen yang mencakup keseluruhan kebutuhan akademik, maka tidak mungkin lagi ada perbedaan penulisan nama. Pihak keuangan hanya tinggal pilih nama (tanpa input manual) dari database dasar mahasiswa. Database dasar tersebut diisi pada saat mahasiswa baru pertama kali masuk Perguruan Tinggi, sehingga dapat menjadi data acuan seluruh pihak kampus dan tidak ada lagi issu kesalahan penulisan nama.

Selain itu, sistem yang tidak terintegrasi membuat pekerjaan yang seharusnya cepat menjadi butuh waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Seperti pihak akademik ingin mengecek mahasiswanya apakah sudah membayar spp atau belum, mereka harus menanyakan ke bagian keuangan terlebih dahulu apakah data yang ada dalam SIM Akademik sudah di update atau belum (karena dalam SIM Akademik tidak secara real time dapat diketahui rincian pembayaran SPP mahasiswa yang terupdate). Namun apabila sistem sudah terintegrasi, pihak akademik tinggal mengakses histori keuangan SPP yang diambil dari data pihak keuangan tanpa perlu menanyakan hal tersebut ke pihak yang terkait.

Kebayang kan smart people, bagaimana kalau Perguruan Tinggi tetap mempunyai SIM yang berbeda dan terpisah-pisah? Apalagi pada saat pengajuan akreditasi kampus, pasti membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk mengumpulkan keseluruhan data yang tidak terintegrasi serta mengisi borang akreditasi. Nah sekarang, mari kita benahi sistem pendidikan di Indonesia agar tidak membebani pihak civitas akademik dalam hal administrasi, sehingga dapat lebih fokus memikirkan strategi pembelajaran bagi kemajuan generasi bangsa.

Tentang “Indonesia Smartcloud”:

Indonesia Smartcloud adalah produk layanan PT Solusi Awan Cerdas Indonesia (PT SACI), berupa solusi IT dalam bentuk Management Information System (MIS) berbasis CLOUD untuk dunia pendidikan. PT SACI adalah perusahaan swasta murni yang bergerak dibidang SaaS (Software as a Services). Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengunjungi website: www.smartcloud.id.

Tidak semua fitur layanan dari Indonesia smartcloud kami sebutkan didalam press release ini. Para pengguna layanan Indonesia Smartcloud yang sudah berlangganan baik ISCA maupun ISCS dan ingin memperoleh informasi terakhir tentang produk dan layanan kami, silahkan kontak dan hubungi kami di No.:

+628576351120 (Nena)

+6287851097761 (Customer Service)

+6287851097759 (Kantor)

email: mail@smartcloud.id 

PT Solusi Awan Cerdas Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta, dan kantor cabang sekaligus sebagai pusat R&D berada di Surabaya.

 

 

 

 

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *